Apa Istimewanya Makanan Gudeg Jogja? Ini Infonya

Hampir semua orang tau kalau mendengar kata kata gudeg sudah pasti identik dengan kita Jogjakarta, setiap orang yang datang ke Jogja sudah pasti mencari gudeg yang paling enak di kota ini. Sama seperti kalau ke Bandung bisanya orang akan mencari mie kocok atau batagor.

Apa istimewanya makanan gudeg jogja? Ini infonya

Tidak dapat di pungkiri kalau gudeg dan Jogja itu bagaikan Romeo dan Juliet alias sepaket, karena sepaketnya itu lah Jogja di sebut sebagai kota gudeg. Membahas tentang gudeg, sebenarnya kalian tau ngga sih apa aja yang ada di gudeg khas Jogja dan bagaimana proses pembuatan serta apa istimewanya makanan gudeg Jogja ini. Kita akan bahas lengkap gudeg Jogja di sini.

Bahan dasar dari gudeg adalah nangka, yess…buah nangka yang biasanya di makan mentah begitu saja, untuk gudeg nangka diolah sedemikian rupa sehingga dapat di konsumsi dengan nasi panas dan lauk lain pendampingnya. Pemilihan nangka nya punya tidak boleh sembarangan, nangka yang di gunakan biasanya nangka yang belum matang dan tidak terlalu muda.

Nangka tersebut di rebus dengan santan kelapa dan gula merah atau biasa di sebut dengan gula jawa, proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Merebus nangka bersama dengan bahan bahan lainnya yang agak lama agar bahan tersebut meresap dan nangka menjadi lembut.

Penambahan gula jawa atau gula kelapa menyebabkan kuah gudeg menjadi terasa manis khas makanan Jawa Tengah. Selain itu bumbu yang di gunakan untuk membuat gudeg adalah kemiri, daun salam, ketumbar, dan air kelapa.

Proses memasaknya sangat mudah tetapi harus di rebus selama kurang lebih dua jam agar bumbu-bumbunya meresap. Sesuatu yang enak dan sedap itu bisanya memakan waktu agak lama seperti peribahasa “good things takes time”. Jadi sabar di butuhkan untuk memasak gudeg ini.

Tips agar gudeg lebih enak adalah jangan menggunakan santan instan, karena yang instan instan itu biasanya cepat pergi alias “easy come easy go”. Anyway gunakan kelapa yang sudah tua karena rasanya lebih gurih, gunakan api yang kecil agar bumbu bumbu meresap dan enak dan satu lagi yang perlu di ingat, jangan membuka tutup panci waktu memasak dan gudeg.

Lauk pendamping dari gudeg biasanya adalah tahu, tempe, telor rebus, sambal krecek, ayam atau daging sesuai selera. Sambal krecek yang enak adalah kunci utama yang menambah kelezatan dari gudeg, krecek sebenarnya terbuat dari kulit sapi seperti kerupuk kulit yang di rebus dan di buat menjadi sambal.

Gudeg ada 3 macam, orang orang pada umumnya hanya tau dua jenis gudeg tetapi pada dasarnya ada tiga jenis gudeg yang biasa ada di Jogja.

1. Gudeg Kering

Gudeg jenis ini biasa nya di gunakan sebagai bawaan untuk oleh oleh turis yang berkunjung ke Jogja dan ingin membawa buah tangan untuk kerabat di kota asal mereka.

Gudeg kering ini lebih tahan lama di sajikan dengan kuah santan yang lebih kental dan biasanya lebih kental dari kuah santan masakan padang. Sehingga bumbu yang di gunakan lebih meresap dan santan yang di gunakan juga lebih banyak dari gudeg jenis lainnya.

Gudeg jenis ini di goreng dengan tidak menggunakan minyak setelah nangka dan bumbu lainnya di rebus, gudeg jenis kering biasanya lebih manis dari gudeg basah.

2. Gudeg Basah

Kuah santan yang di gunakan pada gudeg ini lebih encer, dan gudeg basah ini lah yang biasa anda temukan di kaki lima atau restoran yang menyajikan gudeg di Jogjakarta. Gudeg basah di makan dengan santan kelapa yang lebih encer dan sambal krecek yang basah.

Gudeg jenis tidak tidak bertahan lama seperti gudeg kering, jadi kalau anda ingin membawa gudeg basah untuk oleh oleh, saya sarankan jarak tempuh anda hanya perjalanan jarak dekat.

3. Gudeg Solo

Gudeg jenis ini kuahnya tidak berwarna gelap atau coklat seperti gudeg pada umumnya, gudeg Solo menggunakan kuah santan yang berwarna putih, karena di tidak di tambah kan daun jati.

Gudeg Jogja biasanya di panggil dengan gudeg merah dan gudeg Solo biasanya di panggil dengan nama gudeg putih. Gudeg ini biasanya rasanya lebih pedas dari gudeg pada umumnya yang manis. Gudeg inilah yang di sajikan pada resepsi pernikahan putri Bapak Jokowi. Karena beliau berasal dari Solo, sudah pasti makanan khas kota tersebut lah yang di sajikan.

Gudeg Jogja muncul pada saat kerajaan Mataram sekitar tahun 1500, beberapa pendapat menyatakan bahwa gudeg berasal dari keraton Jogja, tetapi beberapa referensi berpendapat bahwa gudeg adalah makanan masyarakat awak karena berasal dari nangka yang biasanya masyarakat tanam di pekarangan rumah mereka.

Zaman dahulu gudeg tidak di jual seperti sekarang yang kita bisa temukan di setiap sudut kota Jogja, karena proses memasaknya walaupun bahannya simple tetapi membutuhkan waktu yang agak lama. Gudeg ini mulai diperjualbelikan sekitar tahun 1400 pada saat pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) yang di cetuskan oleh Presiden Soekarno hingga saat ini gudeg menjadi makanan yang sangat di cari dan populer di kalangan masyarakat Jogjakarta maupun turis yang mengunjungi kota tersebut.

Beberapa cerita mengatakan bahwa warna merah atau coklat pada gudeg berasal dari darah ayam yang di gunakan pada saat merebus bahan bahan untuk memasak gudeg, tetapi itu hanyalah sebuah mitos, warna pada gudeg di hasilnya dari perebusan daun jati atau daun kelor, jadi tidak perlu khawatir untuk menyantapnya.